Profil Annemarie Schimmel

fiqhmenjawab.net ~ Prof. Annemarie Schimmel, seorang sarjana Indo-Muslim Jerman, yang terkenal, yang meninggal pada 25 Januari 2003, pada usia 80 tahun. Seorang yang ahli dalam bidang mistisisme Islam, Schimmel...
Annemarie Schimmel
fiqhmenjawab.net ~ Prof. Annemarie Schimmel, seorang sarjana Indo-Muslim Jerman, yang terkenal, yang meninggal pada 25 Januari 2003, pada usia 80 tahun. Seorang yang ahli dalam bidang mistisisme Islam, Schimmel telah menerbitkan 80 buku, mempunyai 5 gelar, dan 26 penghargaan dalam kuliahnya di berbagai Universitas termasuk Harvard , Bonn, London dan Ankara. Ia telah menguasai 10 bahasa termasuk Arab, Farsi, Turki, Urdu, dan Dari.
 
Selama hidupnya mempunyai misi “untuk membangun pengertian tentang Islam”, memperdebatkan bahwa “Islam adalah diantara agamayang paling tidak dimengerti”. Schimmel seorang Sarjana Jerman yang dikenal sebagai pendiri jembatan dengan dunia Islam. keahliannya dalam bidang ilmu-ilmu tasawuf terkenal di Barat.
 
Schimmel dilahirkan di Erfurt, sebuah kota kecil di Jerman pada tahun 1922. pada waktu berumur 15 tahun dia kembali untuk belajar bahasa Arab. Pada umur 19m tahun, dia menerima gelar doktor di bidang bahasa dan Peradaban Islam dari Universitas Berlin. Dia menjadi Profesor dalam bidang ilmu-ilmu Islam di Universitas Marburg saat dia berusia 23 tahun dan ia pergi untuk mendapatkan gelar doktor yang kedua dan bidang Sejarah Agama-agama, pada tahun 1954 dia menjadi Profesor pada bidang Sejarag keagamaan di Universitas Ankara. Schimmel menghabiskan waktu selama 5 tahun untuk mengajar di Turki dan mengabdikan dirinya dalam kebudayaan dan tradisi tasawuf pada negara.
 
Seorang pengagum Muhammad Iqbal, Schimmel telah menterjemahkan Javidnama ke dalam versi Jerman. Pada tahun 1958, untuk pertama kalinya dia berkunjung ke Pakistan, sebuah negara yang menjadi pusat untuk kerjanya, seorang Sarjana wanita yang terkenal namanya pada tahun 1988.
 
Annemarie Schimmel

Annemarie Schimmel

Dr. Annemarie Schimmel dikenang oleh banyak orang sebagai petapa Sarjana, yang kegemarannya membaca tulisan Syeh Abdul Latif Bhitai, Rehman Baba, dan karangan sufi lain di Pakistan. Dan tulisantulisan Mansur Hallaj, Ghalib, orang-orang Persia dan karangan-karangan lain, Caligrafi dan Epigrafi, Numerologi, Turki, Orientalis Jerman dan terjemahan Ibnu Khaldun dalam Muqoddimah ke dalam bahasa Jerman.
 
Schimmel memperoleh gelar Doktornya di Universitas Berlin dan Universitas Marbung. Dia juga menyandang gelar profesor dibidang studistudi Islam di Universitas Marbung, Universitas Boon. Sejak tahun 1967 ia di Universitas Harvard. Ia menjadi anggota beberapa masyarakat akademis, diantaranya anggota Midote East Studies Association, The Association For The Association. Di samping menjadi penyambung artikel-artikel untuk jurnal-jurnal profesional, dia juga pengarang beberapa buku tasawuf.
 
Schimmel adalah seorang profesor yang konon menguasai lebih dari dua puluh bahasa asing dan memiliki photographik memory. Pada bulan Oktober 1945 ia pernah menjadi sasaran kecaman dari sekitar 200 penerbit, toko buku dan kaum terpelajar Jerman yang tergabung dalam kampium kebebasan berekspresi sehubungan dengan pengumuman German Book Traders yang menyatakan terpilih sebagai pemegang hadiah perdamaian.
 
Lemabag ini memilih Schimmel berkat jasanya dalam membantu penciptakan saling pengertian antara orang Barat dan kaum muslim melalui puluhan buku dan ratusan karya tulisnya tentang Islam. Kecaman itu dituduhkan kepada Schimmel karena mereka, Schimmel pernah mendukung dijatuhkannya hukuman mati atas Salman Rusdie (seorang penghujat Nabi SAW). Tuduhan itu dilakukan semata-mata karena Schimmel memperlihatkan simpatinya terhadap Islam. Simpati Schimmel terhadap Islam sangat kentara dalam beberapa karyanya yang begitu mengagumi Muhammad Iqbal dan Jalaluddin Rumi terlihat bahwa ia banyak mengambil dari literatur-literatur pengarang Islam.
 
Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah agama asli Schimmel. Agamanya jadi misteri. Ia menguasai banyak sekali bahasa dunia di usia muda. Ia tak pernah memproklamirkan dirinya sebagai muslim di publik. Ia sempat berkunjung ke Indonesia dan diterima Gus Dur. Saat itu ingin sekali saya ada di konfresnya. 7 April dia lahir dan wafat di tahun 2003. Mengajar di Harvard, orangnya asli Jerman. Ia selalu membela Islam di depan publik. Tapi agamanya masih tetap jadi  mistery sampai meninggal. Bahkan upacara pemakamannya dilakukan  secara  keagamaan di gereja Protestan, di Bonn.
 
Makam Annemarie Schimmel

Makam Annemarie Schimmel

Kuburan Annemarie Schimmel di  Bonn Jerman (di nisannya tertera dalam bahasa Parsi (?) Sesungguhnya manusia itu tertidur, dan ketika mati dia baru bangun) mengutip  perkataan dari Imam Ali karamallahu wajhah.
 
Dari berbagai sumber
Facebook Comments
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY