Gus Sholah Tegaskan Tidak Bersedia Gabung di Yayasan Peduli Pesantren (YPP)

fiqhmenjawab.net ~ Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengklarifikasi kabar keterlibatannya dalam kepengurusan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo. Adik kandung Gus Dur ini...
Gus Sholah, K. Said dan Hary Tanoe saat acara peluncuran YPP

fiqhmenjawab.net ~ Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengklarifikasi kabar keterlibatannya dalam kepengurusan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo. Adik kandung Gus Dur ini menegaskan, dirinya tidak bersedia bergabung di yayasan tersebut dalam posisi apapun.

“Tadi pagi, setelah shalat Subuh, saya membuat naskah dan saya kirim langsung kepada Pak Syafril Nasution. Pak Syafril ini yang menghubungi saya kira-kira 3-4 minggu lalu. Saya sampaikan bahwa saya tidak bisa bergabung,” ungkap Gus Sholah dalam konferensi pers di Surabaya, Jumat (9/12) siang.

Menurut Gus Sholah, ada beberapa hal yang membuatnya tidak bisa bergabung di yayasan besutan bos MNC Group itu. Salah satunya, karena proses pembentukan yang terlalu cepat. “Mungkin karena Pak Hary Tanoe masih muda, jadi cepat sekali, dan saya sudah terlalu tua jadi kecepatannya berbeda,” ungkapnya.

Sejak berita tentang YPP muncul, Gus Solah mengaku banyak menerima pertanyaan tentang keterlibatannya di yayasan tersebut. Karena itu, dia berharap klarifikasi tersebut dapat menjawab berbagai pertanyaan, kegelisahan maupun kemarahan yang muncul. “Karena, sebagian ada yang marah juga,” tegasnya

Meski tidak bersedia bergabung, Gus Sholah menyebut gagasan membantu dana untuk memajukan pesantren itu bagus. Hanya saja, nuansa politik YPP memang terlalu kental. “Sebagian besar pengurusnya tokoh kunci partai. Ada ketua umum, sekjen, dan lain-lain,” imbuhnya.

Peluncuran Yayasan Peduli Pesantren (YPP) di Gedung MNC Financial Center, Minggu (4/12/2016)

Peluncuran Yayasan Peduli Pesantren (YPP) di Gedung MNC Financial Center, Minggu (4/12/2016)

Kentalnya nuansa politik itulah yang membuat mantan wakil ketua Komnas HAM ini memilih untuk tidak bergabung dalam posisi apapun. “Apalagi, dua hari yang lalu saya diberitahu bahwa saya diminta untuk menjadi anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi,” tandasnya.

Dalam konferensi pers yang berlangsung akrab dan penuh nuansa humor tersebut, Gus Sholah didampingi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta Ketua Umum Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Sahid Heri Mentri dan beberapa alumni senior.

“Saya berharap, dengan tabayun/klarifikasi ini, tak ada lagi kesimpangsiuran informasi. Dan semoga tujuan mulia YPP dapat terwujud dalam waktu tidak terlalu lama,” pungkasnya.

Source: tebuireng.org

Facebook Comments
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY