Rasulullah Saw Penebar Rahmat, Mengapa Sebagian Umatnya Menebar Laknat?

fiqhmenjawab.net ~ Rasulullah, Sayyiduna Muhammad shalla Allahu ‘alaihi wa sallama adalah utusan Allah yang ditugaskan untuk menebarkan kasih sayang untuk alam semesta. Kasih sayangnya itu dengan demikian bukan hanya...

fiqhmenjawab.net ~ Rasulullah, Sayyiduna Muhammad shalla Allahu ‘alaihi wa sallama adalah utusan Allah yang ditugaskan untuk menebarkan kasih sayang untuk alam semesta. Kasih sayangnya itu dengan demikian bukan hanya ditujukan kepada umat Islam yang beriman, namun juga mencakup kasih sayang kepada orang-orang munafik maupun orang-orang kafir. Kasih sayang beliau sempurna meliputi keseluruhan manusia, pria-wanita, besar-kecil, dan kepada hewan maupun tetumbuhan.

Beliau Nabi Muhammad SAW. turut merasakan penderitaan yang demikian bila orang-orang yang beriman tertimpa penderitaan. Sehingga Allah pun menganugerahkan kepada beliau dua nama-Nya, yaitu bil-mu’minina raufur-rahim.

Kasih sayangnya kepada kaum beriman dapat digambarkan dengan contoh adanya berbagai keringanan (rukhshah/dispensasi) dalam berbagai ibadah karena dikuatirkan bakal memberatkan, seperti menyikat gigi (bersiwak) yang tidak diharuskan setiap berwudlu’,

لو لا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك مع كل وضوء

“Kalaulah tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan kepada mereka untuk membersihkan gigi setiap kali mereka berwudlu'”.

Bahkan beliau pernah mempercepat shalatnya ketika mendengar tangisan seorang anak kecil.

عن أنس رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: إني لأدخل في الصلاة أريد اطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه (رواه الشيخان)

“Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW. bersabda, “Sesungguhnya aku memasuki shalat dan aku ingin melamakannya, tiba-tiba aku mendengar tangisan anak kecil sehingga aku menyegerakan shalatku, karena aku tahu betapa gelisah hati ibunya.” (HR. al-Syaikhani/al-Bukhari dan Muslim)

Kasih sayangnya secara umum kepada kaum munafik adalah dengan menjamin keamanan mereka dari pembunuhan dan caci maki karena mereka menampakkan keislamannya ketika di dunia ini.

Adapun kasih sayang beliau kepada orang-orang kafir secara umum adalah tidak minta kepada Allah agar segera ditimpakan azab atas mereka, sebagaimana dialami oleh umat nabi-nabi terdahulu pada saat para nabi itu mereka dustakan dan mereka ingkari ajarannya. Akibatnya azab diturunkan oleh Allah menimpa keseluruhan dari mereka, seperti telah menimpa kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad dan Tsamud, kaum Nabi Luth, dan lain-lain.

Semua itu pada hakikatnya adalah bukti bahwa Allah memuliakan Rasulullah SAW. yang diutus untuk menebarkan kasih sayang ke seluruh alam semesta.

Oleh: KH. Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU

Facebook Comments
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Habib Luthfi: Bedanya Haul dan Maulid

    fiqhmenjawab.net ~ “Bedanya Haul dengan Maulud adalah, jika Maulud yang dimauludi awalnya baik, terus baik, sampai akhirnya pun baik. Tapi kalau Haul, yang dihauli itu awalnya belum tentu baik,...
  • 212, Organisme Rakyat dan Umat Islam

    fiqhmenjawab.net ~ Dari Pulau Seribu hingga 411 dan 212 saya menemukan, menyaksikan dan merasakan dengan penuh sukacita dan rasa syukur, bahwa ternyata Allah tidak meninggalkan rakyat kecil dan Ummat...
  • NKRI Kacau?

    fiqhmenjawab.net ~ Oleh: Gus Yazid, menantu KH. Idris Hamid Pasuruan. Kacau, ma huwal kacau? Wama adrokamal kacau? Pengamat anu mengatakan: “Pilkada Jakarta kali ini benar-benar berasa pilpres karena merupakan...
  • Rendah Hati Kunci Kedekatan Kepada Allah dan Para Hamba-Nya

    fiqhmenjawab.net ~ Allah, Tuhan Yang Maha Suci, hanya bisa didekati oleh jiwa-jiwa suci, yang tanpa merasa suci. Jiwa yang suci adalah jiwa yang bersih dari segala macam penyakit hati...