Berkah Istri Shalihah

fiqhmenjawab.net ~ Dahulu di Makkah ada seorang laki-laki mempunyai istri yang sholehah. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Kita tidak punya apa-apa (untuk dimakan).” Maka laki-laki itu kemudian pergi ke...
Istri Shalihah

fiqhmenjawab.net ~ Dahulu di Makkah ada seorang laki-laki mempunyai istri yang sholehah. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Kita tidak punya apa-apa (untuk dimakan).”

Maka laki-laki itu kemudian pergi ke Masjidil Harom. Sesampai di sana ia menemukan sebuah kantong yang berisi uang seribu Dinar. Dia merasa sangat gembira dan dengan segera pulang mengabarkan hal itu kepada istrinya.

Sampai dirumah dia mengatakan kepada istrinya, “Aku menemukan ini wahai istriku”. Si istri menjawab, “Ini adalah barang temuan di Masjidil Harom, jadi harus diumumkan.”

Laki-laki itu segera melakukan apa yang dikatakan istrinya.

Ia kembali ke Masjidil Harom untuk mengumumkan barang temuannya itu.

Sesampainya di Masjidil Harom ia mendengar orang yang berteriak, “Siapa yang menemukan kantong berisi uang seribu Dinar?”

Laki-laki itu menjawab, “Aku yang menemukannya.”

Orang yang mengumumkan itu berkata, “Uang itu untukmu dan ini tambahan sembilan ribu dinar lagi untukmu.”

Laki-laki itu heran dan berkata, “Apakah kamu bercanda kepadaku?”

“Aku tidak bercanda padamu. Sebenarnya aku diberi amanah oleh seorang penduduk Irak berupa uang sepuluh ribu Dinar. Dia menyuruhku untuk menaruh yang seribu dinar di Masjidil Harom, lalu aku disuruh mengumumkan dan menanyakan adakah yang menemukan uang seribu Dinar itu. Kalau orang yang menemukannya mau mengembalikan, aku disuruh untuk memberikan semuanya (sepuluh ribu dinar) kepada orang itu. Orang Irak itu mengatakan padaku bahwa orang yang menemukan dan mau mengembalikan seribu dinar itu pastilah orang yang bisa dipercaya (amanah), dan orang yang amanah itu apabila ia makan, maka pasti ia mau bersedekah, maka sedekahku akan pasti diterima oleh Allah karena sebab amanahnya”.

Sumber: Kitab Nuzhatul Majalis karangan Syaikh ‘Abdur Rohman as Shofuri.

Oleh: Ustadz Danang K

Comments

comments

RELATED BY

  • Definisi Perawan Menurut Ulama

    fiqhmenjawab.net ~ Perawan Menurut Ulama Madzhab Syafi’iyah:   وقال الشافعية: الثيب: من زالت بكارتها، سواء زالت البكارة بوطء حلال كالنكاح، أو حرام كالزنا، أو بشبهة في نوم أو يقظة،...
  • Hikmah Harlah NU 1992: Kesetiaan kepada NKRI dan Pancasila

    fiqhmenjawab.net ~ 2 Maret 1992. Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, siap menampung 2 juta nahdliyyin. Tentu saja aparat pemerintah dibuat heboh dengan kegiatan yang dihelat oleh PBNU di bawah...
  • Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kenapa Kita Masih Bisa Maksiat?

    fiqhmenjawab.net ~ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ “Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukan, pintu-pintu Jahannam ditutup...
  • Kisah Lucu Santri Kyai Kholil Salah Doa

    fiqhmenjawab.net ~ Apa jadinya jika kita mengamalkan doa yang salah, namun doa itu tetap manjur? Berikut ini adalah kisah lucu salah seorang santri dari Kyai Kholil Bangkalan, Madura. yang...