Ikrar Keulamaan Perempuan, Hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia

fiqhmenjawab.net ~ Berikut ini ikrar keulamaan perempuan yang disepakati dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I, 25-27 April 2017, di Pesantren Kebon Jambu, Ciwaringin, Cirebon IKRAR KEULAMAAN PEREMPUAN بِسْمِ اللَّهِ...
Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I, 25-27 April 2017, di Pesantren Kebon Jambu, Ciwaringin, Cirebon

fiqhmenjawab.net ~ Berikut ini ikrar keulamaan perempuan yang disepakati dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I, 25-27 April 2017, di Pesantren Kebon Jambu, Ciwaringin, Cirebon

IKRAR KEULAMAAN PEREMPUAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ.

Kami dengan keyakinan sepenuh hati menyatakan bahwa:

1. Perempuan adalah manusia yang memiliki seluruh potensi kemanusiaan sebagaimana laki-laki melalui akal budi dan jiwa raga. Semua ini adalah anugerah Allah Swt yang diberikan kepada setiap manusia yang tidak boleh dikurangi oleh siapapun atas nama apapun.

2. Sepanjang sejarah Islam sejak masa Rasulullah Saw, ulama perempuan telah ada dan berperan nyata dalam pembentukan peradaban Islam, namun keberadaan dan perannya terpinggirkan oleh sejarah yang dibangun secara sepihak selama berabad-abad. Kehadiran ulama perempuan dengan peran dan tanggung jawab keulamaannya di sepanjang masa pada hakikatnya adalah keterpanggilan iman dan keniscayaan sejarah.

3. Ulama perempuan bersama ulama laki-laki adalah pewaris Nabi Saw yang membawa misi tauhid, membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, memanusiakan semua manusia, dan menyempurnakan akhlak mulia demi mewujudkan kerahmatan semesta.

4. Sebagaimana ulama laki-laki, ulama perempuan bertanggung-jawab melaksanakan misi kenabian untuk menghapus segala bentuk kezalimanan sesama makhluk atas dasar apapun, termasuk agama, ras, bangsa, golongan, dan jenis kelamin. Sebagai pengemban tangung jawab ini, ulama perempuan berhak menafsirkan teks-teks Islam, melahirkan dan menyebarluaskan fatwa serta pandangan keagamaan lainya.

5. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, ulama perempuan memiliki hak dan kewajiban untuk mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara sebagaimana dinyatakan dalam Konstitusi Republik Indonesia pada kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.

Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Cirebon
Kamis, 27 April 2017 (30 Rajab 1438 H)

Comments

comments

RELATED BY