Kesunahan Memotong Rambut

fiqhmenjawab.net ~ KESUNAHAN POTONG RAMBUT   عن أنس رضى الله عنه قال وقت لنا في قص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الابط وحلق العانة ان لا نترك اكثر من اربعين...
Kesunahan cukur rambut
fiqhmenjawab.net ~ KESUNAHAN POTONG RAMBUT
 
عن أنس رضى الله عنه قال وقت لنا في قص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الابط وحلق العانة ان لا نترك اكثر من اربعين ليلة رواه مسلم
 
Dari sahabat Anas Ra : “Kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 malam.” (HR. Muslim).
 
Artinya para sahabat dalam praktik membersihkan diri tidak sampai mengakhirkan hingga batas akhir 40 hari, andaikan mereka mengakhirkan tidak pernah lewat hingga sampai masa 40 hari, bukan maksudnya membersihkannya di izinkan 40 hari sekali (tetapi setiap saat terlihat panjang meskipun belum sampai 40 hari sunah untuk dipotong/dicukur). (Al-Majmu’ Alaa Syarh Al-Muhadzzab I/287)
 
Hukumnya sunah muakad (sangat dianjurkan)mencukur semua bulu pada hari Jum’at
1. rambut kepala
2. bulu ketiak
3. bulu kemaluan
4. merapikan kumis (Hasyiah Ibnu Qosim /82)
 
Bagi laki-laki bulu kemaluan sunah dicukur karena dapat menguatkan syahwat, sedangkan bagi perempuan bulu kemaluan sunah dicabut karena dapat menurunkan syahwat. Hal ini karena pada umumnya syahwat laki-laki itu kecil sedangkan syahwat perempuan besar. Bulu ketiak sunah dicabut bukan dicukur. Imam Syafi’i berkata, meskipun saya tahu bulu ketiak sunat dicabut tapi saya tak kuat menahan sakitnya. Adapun rambut kumis sunah dirapikan sekiranya merahnya bibir bisa terlihat. Untuk bulu hidung hukumnya makruh di cabut. (Al-Baijury 1/ 222)

Comments

comments

RELATED BY