Habib Umar dan Totalitasnya Dalam Berdakwah

fiqhmenjawab.net ~ Menemukan foto yang begitu menyejukkan, foto Siidi Hamid Bin Umar Bin Hafidz sedang mengaji kitab kepada ayahnya di ruang tunggu KL Airpot Malaysia. Sang ayah, Habib Umar...
Habib Umar bin Hafidz

fiqhmenjawab.net ~ Menemukan foto yang begitu menyejukkan, foto Siidi Hamid Bin Umar Bin Hafidz sedang mengaji kitab kepada ayahnya di ruang tunggu KL Airpot Malaysia. Sang ayah, Habib Umar Bin Hafidz memang dikenal sebagai sosok yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu, meski hanya satu detik. Semua waktunya seakan hanya beliau persembahkan untuk mengajar dan berdakwah.

Bahkan dalam perjalanan pun beliau selalu menyibukkan diri dengan kktifitas-aktifitas positif, (selain berdzikir dan membaca Al-Quran) yang paling sering adalah mengadakan pembacaan kitab-kitab meskipun di dalam mobil, bandara, bahkan di pesawat pun beliau selalu meminta murid-murid atau keluarga yang mendampinginya untuk membaca sebuah kitab, kemudian akan beliau jelaskan isinya. Bukan hanya di musholla atau masjid saja, mobil, airport hingga pesawat beliau sulap menjadi sebuah Majlis Ilmu.

Baca juga: TANGGAPAN HABIB UMAR ATAS TERPILIHNYA DONALD TRUMP MENJADI PRESIDEN AS

كل نفس من انفاسك جوهرة لا قيمة لها

“Setiap nafas kehidupanmu adalah permata yang tak bisa dihargai dengan apapun”

Hikmah Imam Ghozali ini sepertinya benar-benar beliau aplikasikan dalam kehidupannya.

Habib Umar sedang mengaji dengan putranya di airport

Salah satu muridnya pernah menceritakan pengalaman menariknya saat mendampingi beliau dalam safari dakwahnya di salah satu negara di Asia:

“Waktu itu, kami berangkat pagi-pagi sekali. Jadwal Habib Umar full. Kami berpindah dari majlis ke majlis, rumah ke rumah tanpa diselingi istirahat sama sekali. Aku begitu letih dan lelah, tapi tidak ada yang berubah dari semangat Habib Umar.

Baca juga: JAWABAN AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ DALAM MENYIKAPI KELOMPOK SALAFI WAHABI

Akhirnya kami kembali ke hotel ketika waktu hampir mendekati tengah malam. Sampai di kamar aku langsung merebahkan diri. Aku tertidur pulas. Mendekati sepertiga malam aku terbangun dan pergi ke toilet. Aku kembali ke kamar dan masih merasa sangat lelah. Saking lelahnya sampai-sampai aku tak sadar bahwa kamar yang aku masuki adalah kamar Habib Umar.

Aku makin tercengang dan tak percaya setelah melihat Habib ternyata belum tidur. Beliau sedang mengangkat kedua tangannya, berdoa dan terus berdoa. Beliau larut dalam tangisan dan munajatnya. Aku lega, sepertinya beliau sama sekali tak menyadari kehadiranku.

Setengah jam sebelum fajar kami membaca wirid akhir malam dan di pagi hari itu juga Habib melanjutkan aktvitas dakwahnya yang super padat itu.”

Aku jadi teringat akan salah satu pemimpin terbaik sepanjang sejarah islam, Sayyidina Umar Bin Khattab, ketika menjadi Khalifah beliau dikenal jarang sekali tidur dan istirahat, entah itu tidur malam atau hanya sekedar rehat siang, ketika ditanyakan akan hal itu beliau menjawab:

“Bagaimana aku bisa tidur? Jika aku tidur siang aku akan menelantarkan rakyatku, jika aku tidur di malam hari sama saja aku menyia-nyiakan waktuku bersama Allah, Tuhanku”

Baca juga: KAROMAH AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Ah.. Mereka para kekasih Allah,  resah -gundah dan lelah mereka hanya untuk kemaslahatan Ummat. Bukan seperti kita yang masih sering susah dan galau karena banyaknya dosa dan maksiat.

رب فانفعنا ببركتهم * و اهدنا الحسنى بحرمتهم * و امتنا في طريقتهم * و معافاة من الفتن

Oleh: Muhammad Ismael Amin Kholil, Darul Musthafa,Tarim

Comments

comments

RELATED BY