Manhaj Beragama ala Walisongo, Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional

fiqhmenjawab.net ~ Press Rilis Seminar dan Bahtsul Masail Kebangsaan Manhaj Beragama ala Walisongo Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional   PWNU Jawa Timur dan Masjid Agung Sunan Ampel, 11...
Ilustrasi Walisongo
fiqhmenjawab.net ~ Press Rilis Seminar dan Bahtsul Masail Kebangsaan
Manhaj Beragama ala Walisongo
Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional
 
PWNU Jawa Timur dan Masjid Agung Sunan Ampel, 11 Mei 2017 M/14 Sya’ban 1438 H
 
NU yang dipercaya sebagai penerus dakwah ramah Walisongo di bumi Nusantara telah mempuyai rumusan yang jelas tentang ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathaniyyah, dan ukhuwah basyariyyah dalam upaya menempatkan diri dengan sebaik-baiknya di tengah kemajemukan bangsa dengan memahami firman Allah:
 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ … (الحجرات: 13)
 
“Hai manusia, sesunguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertakwa …”
 
Namun demikian, eksistensi NU sebagai jam’iyah diniyyah ijtima’iyyah dalam konteks kebangsaan terus menghadapi berbagai tantangan. Baik tantangan dalam ranah keagamaan seiring gencarnya gerakan aliran-aliran Islam transnasional yang cenderung radikal, mudah menyesat-nyesatkan dan mengafir-ngafirkan kelompok yang berbeda secara provokatif; maupun tantangan dalam ranah kebangsaan sejalan makin tersebarnya propaganda-propaganda yang menanamkan benih-benih kebencian, rasa saling curiga dan adu domba, serta massifnya upaya mendeligitimasi NKRI dan Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
 
Forum Seminar dan Bahtsul Masail Kebangsaan menegaskan:
  1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak bertentangan dengan agama dan tidak perlu dipertentangkan dengannya.
  2. Dalam sepanjang sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila terbukti menjamin kehidupan beragama tanpa menimbulkan konflik antar pemeluknya.
  3. NKRI merupakan upaya final dari perjuangan seluruh penduduk Indonesia (termasuk umat Islam di dalamnya) dalam mendirikan negara.
  4. Berkaitan dengan hal itu, NU berkewajiban menjaga NKRI dan Pancasila dengan mengacu pada garis-garis perjuangan organisasi sebagai wujud nyata dakwah Islam ala manhaj walisongo.
  5. Menyikapi berbagai tantangan di bidang keagamaan dan kebangsaan, NU mengajak seluruh elemen bangsa untuk memprioritaskan persatuan nasional dan keutuhan bangsa di atas segala kepentingan.
Ampel Surabaya, 11 Mei 2017 M/14 Sya’ban 1438 H
 
Juru Bicara: KH. Ahmad Asyhar Shofwan, M.Pd.I

Comments

comments

RELATED BY

  • Hukum Hormat Pada Bendera

    fiqhmenjawab.net ~ Fatwa Al-Azhar: Hormat Bendera Bukan Syirik dan Bukan Bid’ah   تَحِيَّةُ الْعَلَمِ يَقُوْلُ بَعْضُ النَّاسِ : إِنَّ تَحِيَّةَ الْعَلَمِ شِرْكٌ بِاللهِ ، فَلَا يُعَظَّمُ إِلا اللهُ وَحْدَهُ...
  • Ikrar Talak Harus Di Depan Pengadilan

    IKRAR TALAK HARUS DI DEPAN SIDANG PENGADILAN  (Kajian Atas Pasal 39 UU Nomor 1/1974 Perspektif Ushul Fiqh)   Oleh: Drs. H. Abd. Salam, S.H. M.H.   fiqhmenjawab.net ~ Telah empat...
  • Batasan Aurat Wanita Bagi Mahramnya

    fiqhmenjawab.net ~ Pada dasarnya, menurut mayoritas ulama fiqih, batasan aurat antara wanita dan laki-laki (yang bukan mahram) adalah wajah dan telapak tangannya saja. Sebab wanita punya kebutuhan untuk bermuamalah...
  • Bantahan Terhadap Ustadz Firanda Yang Mengatakan Akidah Asya’irah Sesat

    fiqhmenjawab.net ~ Ustadz Firanda Andirja mengatakan bahwa Akidah Asya’irah (pengikut al-Asy’ari) menyimpang dan sesat. Dia menuding Asya’irah berkeyakinan bahwa al-Qur’an bukan kalamullah. Asya’irah juga dia tuduh sesat karena melakukan...