Tanda Baca Al-Qur’an dan Hadis

fiqhmenjawab.net ~ Ahmad Zaki Pasha (wafat 1934 M) yang bergelar “Bapak Arab” adalah serorang tokoh yang memelopori tanda baca pada tulisan bahasa Arab, dan pengembangan huruf cetak bahasa Arab....
Al-Qur'an

fiqhmenjawab.net ~ Ahmad Zaki Pasha (wafat 1934 M) yang bergelar “Bapak Arab” adalah serorang tokoh yang memelopori tanda baca pada tulisan bahasa Arab, dan pengembangan huruf cetak bahasa Arab. Beliau lah yang mempelajari tanda baca bahasa-bahasa asing, seperti Inggris dan Perancis, untuk kemudian beliau terjemah dan pakai dalam bahasa Arab. Tanda baca yang dimaksud di sini seperti penggunaan koma, tanda petik, titik, tanda tanya, tanda seru dan lain sebagainya. Bahkan beliau menulis kitab khusus yang bernama: علامات الترقيم (Tanda Baca).

Dalam kitab tersebut beliau menegaskan bahwa: “Tidak ada satu pun tanda baca yang cocok untuk dijadikan tanda baca al-Qur’an dan Hadis Nabi”.

Ya, pernyataan beliau sangat benar, karena al-Qur’an memiliki tanda baca khusus, seperti: ج ( boleh berhenti), صلى (lebih baik dilanjutkan), قلى (lebih baik berhenti), لا (tidak boleh berhenti), م (wajib berhenti) dan lain-lain.

Tanda baca al-Qur’an ini lah yang sebenarnya cocok dengan bahasa Arab. Tanda baca yang sangat detail ini, yang mengatur sampai pada tanda “lebih baik dilanjutkan”, “lebih baik berhenti”, “boleh dilanjutkan” sangatlah sesuai dengan karakter bahasa Arab dan konsep nya dalam menunjukkan makna.

Saya berharap ada seorang peneliti ahli yang mampu mempelajari dengan baik perbandingan antara tanda-tanda baca bahasa dunia dengan tanda baca al-Qur’an. Semoga.

Sebagian pernyataan Ahmad Zaki Pasha telah terealisasikan, yaitu tanda baca khusus al-Qur’an. Namun sayangnya penulisan kitab-kitab hadis (as-Sunnah) masih menggunakan tanda baca biasa, sesuai gaya tanda baca bahasa lainnya (bukan seperti tanda baca al-Qur’an yang sangat sesuai dengan gaya bahasa Arab).

• Maulana Syaikh Ali Jum’ah (Al-Nibrās, hal: 264-265)

Comments

comments

RELATED BY