Wanita Haid Saat Ramadhan, Bolehkah Makan Secara Normal?

fiqhmenjawab.net ~ Bolehkah muslimah yang berhalangan puasa Ramadan makan dan minum secara normal? Salah satu hukum pasti yang telah ditetapkan oleh Islam adalah bahwa wanita yang sedang datang bulan...
Prof. Dr. Syaikh Ali Gomah atau Syaikh Ali Jum'ah

fiqhmenjawab.net ~ Bolehkah muslimah yang berhalangan puasa Ramadan makan dan minum secara normal?

Salah satu hukum pasti yang telah ditetapkan oleh Islam adalah bahwa wanita yang sedang datang bulan (haid) wajib tidak berpuasa. Tidak puasa ini adalah hal yang sesuai dengan keletihan dan tidak stabilnya kondisi fisik wanita saat haid. Karena ini syariat Islam mewajibkannya untuk tidak berpuasa. Ini juga bentuk keringanan dan rahmat dari Allah.

Dari sini dapat diketahui bahwa pola tidak berpuasa “minimalis” yang dilakukan oleh banyak wanita adalah salah.! Banyak wanita yang tidak berpuasa karena haid justru mengkonsumsi sedikit sekali makanan dan minuman, kemudian tidak lagi makan dan minum hingga malam. Ini adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan hikmah yang ingin direalisasikan oleh Islam pada keadaan ini, yaitu untuk memberi keringanan tidak berpuasa, dan menjaga kesehatan biologis dan psikologis wanita haid.

Yang benar dan harus dilakukan baginya selama masa haid adalah ia harus makan dan minum DENGAN NORMAL. Ia tidak boleh merasa berat hati atau takut tercela dengan hal ini, karena ia nantinya wajib mengganti puasa Ramadan yang ia tinggalkan.

Diriwayatkan dari `Aisyah –radhiallahu `anhā– berkata: “Kami (wanita) juga mengalami haid pada masa Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam-. Beliau menyuruh kami untuk mengganti puasa, namun tidak menyuruh mengganti salat” (HR. Bukhari-Muslim).

Bolehkah menggunakan obat untuk mencegah datang bulan selama bulan Ramadan?

Ya, seorang wanita diperbolehkan mengkonsumsi ramuan atau obat-obatan khusus yang dapat memperlambat haid atau mencegahnya selama bulan Ramadan, dan puasanya saat itu tetap sah. Namun menggunakan obat ini hanya dibolehkan jika dokter ahli telah menetapkan bahwa ramuan atau obat ini tidak mengandung efek samping yang membahayakan kesehatan wanita, baik saat ini atau pada masa depan.

Karenanya, jika terbukti bahwa sebuah obat yang mencegah atau memperlambat haid membahayakan kesehatan, maka obat ini haram digunakan, karena syariat menekankan bahwa semua yang bahaya dan membahayakan adalah haram, dan menjaga kesehatan adalah tujuan primer syariat Islam.

Perlu diketahui bahwa memang dibolehkan menggunakan obat ini demi puasa Ramadan secara penuh. Namun lebih baiknya seorang wanita tetap menjalani takdir yang Allah gariskan untuknya sebagai wanita, yaitu ia hidup normal, dan saat haid ia tidak berpuasa. Ini LEBIH BAIK DAN LEBIH BANYAK PAHALANYA.

• Maulana Syaikh Ali Jum’ah

(Al-Fatāwā al-Islāmiah Min Dāril Iftā al-Mishriyah, 34 / 36-37)

Comments

comments

RELATED BY